Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) kembali menjadi pusat perhatian komunitas gateball nasional melalui penyelenggaraan Turnamen Gateball dalam rangka Hari Bakti ke-80 PU, yang digelar pada 27–30 November 2025.
Kegiatan ini berlangsung di kompleks Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah, Jalan Towua No 85 Palu, dengan enam lapangan yang disiapkan panitia.
Ketua Panitia Turnamen, Asbudianto, dalam wawancaranya bersama Tabloid Gateball pada Kamis (27/11/2025), menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini merupakan tahun kedua sejak pertama kali dilaksanakan pada 2024.
“Turnamen Hari Bakti PU ini sudah tahun kedua kami laksanakan. Tahun lalu total hadiahnya Rp 100 juta, dan tahun 2025 kami tingkatkan menjadi Rp 150 juta,” ujarnya.
Menurut dia, peningkatan hadiah bukan semata-mata strategi kompetisi, melainkan bagian dari upaya besar untuk menarik lebih banyak peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Ia menuturkan bahwa tim-tim dari luar Sulawesi Tengah, terutama dari Pulau Jawa dan wilayah barat, masih jarang bertanding di wilayah tengah Indonesia.
“Kami sangat berharap tim-tim dari seluruh Indonesia bisa datang ke Sulawesi Tengah. Tujuan utama kami adalah agar gateball berkembang tidak hanya di Jawa, tetapi juga di wilayah tengah dan timur,” jelas Asbudianto.
Peserta Luar Daerah
Panitia secara khusus membuka pendaftaran dengan mengutamakan peserta dari luar Sulawesi Tengah. Kuota maksimal yang disiapkan adalah 64 tim, dengan target minimal 60 tim yang akan bertanding pada dua nomor pertandingan: Beregu dan Triple. Adapun biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp 1,5 juta untuk beregu dan Rp 1 juta untuk tripel, angka yang dianggap cukup terjangkau untuk skala turnamen nasional.
“Kami ingin gateball berkembang dengan biaya murah. Karena itu uang pendaftaran sengaja dibuat tidak tinggi. Siapa pun dari seluruh Indonesia bisa ikut bermain di wilayah kami,” kata Asbudianto. Bahkan, untuk mempermudah peserta dari luar daerah, panitia menyiapkan layanan penjemputan dari bandara menuju hotel tempat para peserta menginap.
Penyelenggaraan turnamen ini mendapat dukungan kuat dari berbagai instansi, terutama Kementerian Pekerjaan Umum, Balai-balai teknis di Sulawesi Tengah, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta KONI. Seluruh kebutuhan pembiayaan dipenuhi melalui kolaborasi antarinstansi tersebut.
“Di Sulawesi Tengah, sinergi antara Balai Pusat, dinas provinsi, kabupaten/kota, serta pemerintah daerah sangat solid. Semua biaya turnamen ini ditanggung bersama,” ungkap Ketua Panitia.
Meski saat ini turnamen menggunakan enam lapangan, Asbudianto menjelaskan bahwa sebenarnya tersedia sepuluh lapangan outdoor.
Namun, empat di antaranya sedang dialihfungsikan karena pembangunan lapangan gateball indoor lengkap dengan tribune. Fasilitas tersebut direncanakan selesai dan dapat digunakan pada 2027, bertepatan dengan Sulawesi Tengah yang akan menjadi tuan rumah Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) yang diselenggarakan KORMI.
Turnamen ini memperebutkan piala bergengsi yaitu Piala Bergilir Hari Bakti PU untuk nomor peserta tripel dan juga akan ada Piala Bergilir Turnamen Gateball Gubernur Sulawesi Tengah untuk nomor peserta beregu. Keberadaan piala bergilir ini menjadi motivasi tambahan bagi tim-tim terbaik dari seluruh Indonesia.
Kembangkan Gateball
Di akhir wawancara, Asbudianto menegaskan komitmennya untuk terus mendorong perkembangan gateball di Sulawesi Tengah. Ia menyebut bahwa provinsi tersebut hampir setiap bulan menggelar turnamen sebagai bentuk konsistensi pembinaan dan penyebaran minat masyarakat terhadap olahraga ini.
“Harapan kami sederhana: gateball harus terus berkembang. Kami ingin Sulawesi Tengah menjadi rumah bagi para pencinta gateball dari seluruh Indonesia,” tutupnya.
Klasemen Akhir
Turnamen yang berlangsung sengit akhirnya ditutup pada Minggu (30/11/2025) dengan sukses KG PU Jakarta naik podium juara di kategori beregu bebas. KG PU mengalahkan Bima Sulteng 1 di final dengan skor 13-8. Adapun peringkat ketiga adalah Pergatsi Buol setelah mengalahkan PUPR Sulut dalam perebutan tempat ketiga dan keempat.
Kesuksesan KG PU menjadi juara membawa pulang hadiah sebesar Rp 50 juta. Tidak itu saja, tim ini juga berhak merebut Piala Bergilir Gubernur Sulawesi Tengah.
Koordinator ofisial KG PU, Randi, kepada Tabloid Gateball, mengaku sangat senang dengan kesuksesan timnya.
“Alhamdullilah, kami bisa menundukkan Sulteng di final. Mereka pemain hebat, diperkuat Dimas, juara PON, serta pemain lain, seperti Rendy dan Pak Budi,” ujarnya.
Pada kategori tripel bebas, Pergatsi Banggai A berkibar dengan merebut gelar juara dan berhak mendapat hadiah Rp 20 juta. Di final, Pergatsi Banggai A mengalahkan BPJN Gorontalo. (PAH/ROY)